Filler Masterbatch (Calpet) & Kalsium Karbonat untuk Plastik di Indonesia: Panduan Pembeli
Ringkasan: Filler masterbatch — di Indonesia disebut calpet — adalah butiran berisi sekitar 70–85% kalsium karbonat (CaCO₃) yang dicampurkan ke dalam resin untuk menurunkan biaya sekaligus menambah kekakuan dan keputihan. Pada karung anyaman, konverter umumnya memuat 5–30% calpet (naik hingga ~40% untuk tape kasar). Karena harga calpet jauh di bawah resin virgin, menggantikan sebagian resin menurunkan biaya bahan baku — meski penghematan bersihnya lebih kecil dari porsi yang diganti, dan hanya jika ukuran partikel, kecerahan, dan tingkat loading dipilih dengan benar. Panduan ini menjelaskan cara memilih grade yang tepat untuk aplikasi Anda.
Apa Itu Filler Masterbatch (Calpet)?
Calpet adalah sebutan industri Indonesia untuk calcium filler masterbatch — dari "calcium pellet". Ini adalah butiran plastik yang berisi:
- Kalsium karbonat (CaCO₃) — umumnya 70–85% berdasarkan berat. Inilah bahan pengisi mineral yang menggantikan sebagian resin.
- Resin pembawa (carrier) — PP atau PE, yang mengikat bubuk CaCO₃ menjadi pellet yang bisa diumpankan ke mesin seperti resin biasa.
- Aditif — sekitar 2–3%: wax PE dan asam stearat (bahan pelapis/pelumas) untuk dispersi dan pemrosesan.
Konverter menggunakan calpet dalam bentuk pellet (bukan bubuk CaCO₃ langsung) karena pellet mudah ditakar, tercampur merata, dan tidak berdebu di area produksi.
Kandungan CaCO₃ berbeda menurut aplikasi. Grade untuk film justru berkandungan CaCO₃ lebih rendah (carrier lebih banyak) agar film tipis tidak mudah sobek; grade karung anyaman/injeksi umumnya lebih tinggi, 80–85%. (Rentang komersial keseluruhan bisa selebar 60–90% tergantung grade.)
Calpet, Bubuk GCC, dan PCC: Apa Bedanya?
Tiga istilah yang sering tertukar:
| Istilah | Apa itu | Untuk siapa |
|---|---|---|
| Bubuk GCC (Ground Calcium Carbonate) | Batu kapur yang ditambang lalu digiling halus secara mekanis. Bentuk partikel tidak beraturan, biaya rendah. | Pabrik masterbatch (sebagai bahan baku), aplikasi yang punya alat dispersi sendiri |
| PCC (Precipitated Calcium Carbonate) | CaCO₃ yang disintesis secara kimia. Partikel seragam, bisa sangat halus, kemurnian tinggi, lebih mahal. | Aplikasi khusus (opasitas, penguatan, kemurnian tinggi) — bukan pengisian biaya massal |
| Calpet / filler masterbatch | Bubuk CaCO₃ (umumnya GCC) yang sudah di-compound menjadi pellet dengan carrier resin + aditif. | Konverter (siap diumpan ke mesin tanpa peralatan dispersi bubuk) |
Intinya: filler masterbatch untuk plastik menggunakan GCC — pengisian biaya massal adalah perannya. PCC bukan "lebih baik"; ia hanya untuk tujuan berbeda (khusus/penguatan). Bagi konverter Indonesia yang ingin menurunkan biaya pada karung, film, atau pipa, jalurnya adalah GCC — dalam bentuk calpet (jika tidak punya lini compounding sendiri) atau bubuk GCC (jika punya).
Berapa Kecerahan (Whiteness) yang Dibutuhkan — dan Kenapa Berbeda dari Brightness?
Untuk produk putih atau terang — film kemasan putih, lembaran, barang rumah tangga — kecerahan CaCO₃ menentukan tampilan akhir dan berapa banyak pigmen putih mahal yang bisa Anda hemat.
Dua catatan teknis penting:
- Kecerahan (whiteness) tidak sama dengan brightness. Brightness (standar industri kertas ISO 2470) mengukur pantulan pada satu panjang gelombang sekitar 457 nm; whiteness mengukur pantulan di seluruh spektrum tampak — lebih dekat dengan penilaian mata. Spesifikasi yang baik mencantumkan keduanya sebagai angka berbeda. Saat membandingkan grade, pastikan Anda membandingkan dasar ukur yang sama.
- Tingkatan praktis: ≥90% adalah lantai kualitas; ≥95% whiteness umum untuk grade masterbatch; GCC alam berkualitas tinggi (misalnya dari deposit marmer tertentu) mencapai 97–99%.
Substitusi titanium dioksida (TiO₂): TiO₂ adalah pigmen pemutih yang jauh lebih mahal daripada CaCO₃. CaCO₃ berkecerahan tinggi tidak menggantikan TiO₂ sepenuhnya (TiO₂ memberi opasitas yang tidak dimiliki CaCO₃), tetapi grade berkecerahan tinggi memungkinkan sebagian TiO₂ dikurangi pada banyak aplikasi putih — sumber penghematan biaya yang nyata.
Posisi pasokan: GCC domestik Indonesia umumnya tersedia pada kehalusan dan kecerahan tingkat menengah. Untuk grade sangat halus + berkecerahan tinggi (mendekati 98%, coated) yang dibutuhkan film putih dan masterbatch premium, sumber impor grade premium menutup celah yang belum dilayani produksi lokal.
Berapa Mesh / Ukuran Partikel Calpet untuk Karung, Film, dan Pipa?
Kehalusan biasanya dinyatakan dalam D50 (mikron) — ukuran partikel median. "Mesh" (mis. 800, 1250, 2000) sering dipakai sebagai label pemasaran, tetapi di bawah ~400 mesh penyaringan fisik tidak lagi berlaku, jadi perlakukan angka mesh sebagai indikasi kehalusan, bukan ukuran pasti. Untuk presisi, lihat D50 dalam mikron.
| Aplikasi | D50 tipikal | Label mesh (indikatif) |
|---|---|---|
| Karung anyaman / raffia | ~2–3 µm | ~800–1000 mesh |
| Film tiup (blown film) | ~1–2 µm | ~1250–2000+ mesh |
| Pipa / profil PVC | ~1–5 µm | ~800–1500 mesh |
Soal dispersi (dua tuas yang sering disatukan keliru): partikel lebih halus memberi permukaan lebih mulus dan kemampuan membuat film tipis — tetapi juga lebih mahal dan menuntut lebih banyak wax/pelapis. Pelapisan (coating) yang memadai adalah yang membuat grade halus benar-benar terdispersi baik; tanpa pelapisan, grade halus justru lebih mudah menggumpal. Jadi kehalusan dan pelapisan adalah dua hal terpisah — pilih keduanya sesuai aplikasi, bukan sehalus mungkin. Partikel kasar/grit menyebabkan film sobek dan menyumbat screen.
Coated vs Uncoated: Pilihan Singkat
Coated = permukaan CaCO₃ dilapisi asam stearat (umumnya sekitar 1% untuk GCC halus, naik ke 2–3% untuk grade ultrahalus — dosis mengikuti luas permukaan partikel, bukan angka tetap). Pelapisan membuat permukaan organofilik sehingga lebih kompatibel dengan PP/PE: dispersi lebih baik, serapan lembap lebih rendah, lebih sedikit gumpalan. Uncoated lebih murah dan memadai untuk loading rendah / aplikasi tidak kritis. Untuk film tipis, loading tinggi, atau produk yang menuntut permukaan mulus, coated umumnya sepadan dengan biayanya. (Panduan rinci kapan memilih masing-masing: lihat artikel coated vs uncoated kami.)
Berapa Persen Calpet yang Dimuat ke Resin — dan Berapa Hematnya?
Inilah angka yang paling sering disalahpahami. Bedakan dua hal:
- Kandungan CaCO₃ di dalam calpet: ~70–85%.
- Loading calpet ke dalam resin: berapa persen calpet yang Anda campurkan ke resin virgin di mesin Anda.
Loading tipikal (sebagai persentase masterbatch, bukan CaCO₃):
| Aplikasi | Loading calpet ke resin |
|---|---|
| Karung anyaman PP / raffia | 5–30%; sekitar 15% atau kurang untuk denier halus agar kuat tarik terjaga; hingga ~40% untuk tape kasar denier tinggi |
| Film tiup PE | 5–20% |
| Injeksi | 10–30% (lebih tinggi untuk bagian tebal/tidak kritis) |
Angka loading tinggi (mendekati 40%) menuntut MFI resin dan rasio peregangan (draw ratio) yang sesuai — uji di lini produksi Anda sebelum menaikkannya.
Karena calpet berisi ~80% CaCO₃, loading masterbatch 25% berarti hanya ~20% CaCO₃ aktual di produk akhir. Selalu nyatakan dasar angka Anda saat berbicara dengan pemasok.
Logika biaya (ilustratif): anggap calpet berharga sekitar setengah dari resin virgin per kilogram. Pada loading 25%, biaya bahan baku turun sekitar 12% (0,25 × 50%). Tetapi ingat: karena calpet hanya ~80% CaCO₃, sebagian dari "25% yang Anda ganti" sebenarnya tetap resin (carrier) — jadi penghematan sesungguhnya lebih kecil daripada sekadar "mengganti 25% resin", dan besarnya bergantung pada selisih harga calpet vs resin (jika selisih menyempit, hematnya ikut menyusut). Penghematan nyata juga hanya terealisasi bila kuat tarik, dispersi, dan kualitas permukaan tetap dalam batas yang dapat diterima — memuat terlalu banyak demi menghemat dapat justru menaikkan biaya melalui penolakan produk dan keluhan pelanggan. (Cara menghitung penghematan per skenario: lihat artikel loading & penghematan biaya kami.)
Apakah Filler Membuat Plastik Getas (Rapuh)?
Pertanyaan yang wajar — dan jawabannya bukan sekadar "ya". CaCO₃ menaikkan kekakuan (modulus) dan menurunkan biaya; apakah ia membuat produk getas atau justru lebih tangguh tergantung pada loading, kehalusan, dispersi, dan pelapisan:
- Loading berlebihan, dispersi buruk, atau partikel terlalu kasar → konsentrasi tegangan dan titik awal retak → kuat impak turun, produk getas.
- Grade halus yang dilapisi dengan baik pada loading yang benar → dapat mempertahankan ketangguhan impak dalam batas yang dapat diterima.
Jadi "filler membuat plastik rapuh" hanya benar jika grade atau loadingnya salah. Dengan grade dan loading yang tepat, masalah ini dapat dikelola. (Pembahasan mekanisme dan cara menghindarinya: lihat artikel kami tentang filler dan kerapuhan.)
Cara Mengimpor Calpet & GCC ke Indonesia: Tarif, Form D, dan Klasifikasi HS
Vietnam adalah sumber utama GCC premium (coated, kecerahan tinggi) yang masuk ke Asia Tenggara. Untuk mengimpor ke Indonesia:
- Tarif (ATIGA): GCC dan filler masterbatch asal Vietnam dapat menikmati tarif preferensi 0% di bawah ATIGA (HS 2836.50.90 untuk bubuk GCC; HS 3824.99.99 untuk filler masterbatch) — dengan syarat memenuhi ketentuan asal barang dan menyertakan Surat Keterangan Asal Form D. (Form D untuk barang intra-ASEAN; jangan keliru dengan Form E, yang untuk barang asal Tiongkok di bawah ACFTA — relevan bila Anda juga mengimpor resin dari Tiongkok.) Tanpa Form D, tarif MFN berlaku. Selalu konfirmasi kode HS dan tarif terkini melalui INSW (insw.go.id) dan broker kepabeanan (PPJK) Anda sebelum kontrak.
- Inilah mengapa satu mitra impor menyederhanakan hidup: konverter yang mengimpor resin dari Tiongkok (Form E) dan filler dari Vietnam (Form D) mengelola dua rezim dokumen asal sekaligus — satu mitra yang menangani keduanya menghilangkan satu titik kesalahan kepabeanan.
- Klasifikasi HS: filler masterbatch umumnya diklasifikasikan sebagai sediaan kimia di bawah HS 3824.99, bukan pos resin PP (3902). Ini penting: sebagian impor PP (pos 3902, mis. PP homopolimer dan PP kopolimer blok) saat ini terkena bea anti-dumping di Indonesia untuk sebagian asal — sehingga filler masterbatch berbahan pembawa PP yang keliru masuk ke pos 3902 dapat terkena bea yang tidak seharusnya. Konfirmasikan klasifikasi yang benar (3824.99) dengan PPJK Anda; verifikasi kode terkini di INSW.
- Bea anti-dumping: per Juni 2026, tidak ditemukan tindakan anti-dumping/safeguard Indonesia atas kalsium karbonat atau filler masterbatch itu sendiri. Sebagai pembanding, India mengenakan bea anti-dumping hingga USD 75/MT atas filler masterbatch asal Vietnam (Notifikasi 37/2025-Customs (ADD), HS 3824.99, 24 Desember 2025) — Indonesia tidak diketahui memiliki tindakan serupa. Konfirmasi status terkini melalui KADI (kadi.kemendag.go.id) sebelum berkomitmen.
- SNI: sebagian kategori produk memerlukan kesesuaian standar; verifikasi dengan PPJK Anda untuk aplikasi spesifik.
Untuk konteks tarif ACFTA dan Form E (resin asal Tiongkok), lihat Panduan Tarif ACFTA & Form E untuk Indonesia.
Cara Membaca Spesifikasi Calpet/GCC
Parameter yang menentukan kecocokan:
- Kemurnian CaCO₃ (%) — semakin tinggi, semakin sedikit pengotor.
- Kecerahan / whiteness (%) — pastikan dasar ukur (whiteness vs brightness) konsisten saat membandingkan.
- Ukuran partikel (D50, µm) — sesuaikan dengan aplikasi (lihat tabel atas).
- Pelapisan (coated/uncoated) dan kadar asam stearat.
- Serapan minyak (oil absorption) — memengaruhi berapa banyak yang dapat dimuat sebelum sifat alir terganggu.
- Top cut / partikel terbesar — partikel kasar adalah penyebab utama film sobek.
Untuk metodologi membandingkan CoA dengan TDS dan mendeteksi lot di luar spesifikasi (berlaku umum untuk resin maupun filler), lihat Verifikasi CoA vs TDS.
Cara Memilih Pemasok
Pertimbangan utama, di luar harga:
- Konsistensi antar-lot — kecerahan, D50, dan kemurnian yang stabil dari pengiriman ke pengiriman.
- Kecocokan carrier — carrier calpet (PP vs PE) sesuai dengan resin dan proses Anda.
- Dukungan teknis — pemasok yang dapat membantu mencocokkan grade ke aplikasi dan menyelesaikan masalah dispersi.
- Dokumentasi — CoA per lot, Form D untuk asal Vietnam, kesesuaian SNI bila relevan.
- Konsolidasi pemasok. Menangani pemasok mineral dan pemasok resin secara terpisah berarti dua hubungan, dua syarat pembayaran, dan dua eksposur kurs; satu mitra untuk keduanya menyederhanakan dokumentasi (lihat poin Form D + Form E di atas).
Kantor Materials menyediakan keduanya — resin asal Tiongkok dan GCC/filler premium yang kami sumber langsung dari Vietnam — dengan penanganan sourcing, kualitas, dan dokumentasi sebagai satu hubungan. Untuk kebutuhan yang lebih teknis (compound rekayasa atau grade khusus), jalur sourcing yang sama berlaku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Calpet adalah apa?
Calpet adalah sebutan industri Indonesia untuk calcium filler masterbatch — butiran (pellet) berisi kalsium karbonat (CaCO₃) dalam jumlah tinggi, dicampurkan ke dalam resin plastik (PP atau PE) untuk menurunkan biaya bahan baku serta menambah kekakuan dan keputihan. Istilahnya berasal dari "calcium pellet".
Berapa kandungan CaCO₃ di dalam filler masterbatch?
Umumnya 70–85% berdasarkan berat, sisanya resin pembawa (carrier) ditambah 2–3% aditif seperti wax dan asam stearat. Grade film biasanya berkandungan CaCO₃ lebih rendah (carrier lebih banyak agar film tidak mudah sobek); grade karung anyaman/injeksi bisa 80–85%. Kandungan CaCO₃ di dalam calpet berbeda dengan persentase calpet yang Anda muat ke resin.
Berapa persen calpet yang dimuat ke dalam resin?
Tergantung aplikasi. Karung anyaman PP umumnya 5–30% (sekitar 15% atau kurang untuk denier halus; hingga ~40% untuk tape kasar). Film tiup PE 5–20%. Injeksi 10–30%. Angka ini adalah persentase masterbatch terhadap campuran akhir — bukan persentase CaCO₃. Karena calpet berisi ~80% CaCO₃, loading 25% berarti hanya ~20% CaCO₃ aktual di produk.
Apa beda kalsium karbonat coated dan uncoated?
Coated berarti permukaan partikel dilapisi asam stearat (sekitar 1% untuk GCC halus, lebih tinggi untuk ultrahalus) sehingga organofilik — lebih mudah terdispersi dalam PP/PE, menyerap lebih sedikit lembap, tidak mudah menggumpal. Uncoated lebih murah dan memadai untuk loading rendah/tidak kritis. Untuk film tipis dan loading tinggi, coated umumnya lebih baik.
Berapa bea masuk kalsium karbonat dari Vietnam ke Indonesia?
Di bawah ATIGA, tarif preferensi untuk GCC dan filler masterbatch asal Vietnam adalah 0% — dengan syarat memenuhi ketentuan asal barang dan menyertakan Form D (bukan Form E; Form E untuk barang asal Tiongkok di bawah ACFTA). Tanpa Form D, tarif MFN berlaku. Konfirmasi kode HS dan tarif terkini melalui INSW dan PPJK Anda.
Apakah Indonesia memproduksi kalsium karbonat sendiri?
Ya — ada produsen GCC domestik berbasis batu kapur, tetapi pasokan domestik umumnya pada kehalusan dan kecerahan tingkat menengah. Untuk grade premium sangat halus dan berkecerahan tinggi (mendekati 98% whiteness, coated) yang dibutuhkan film putih dan masterbatch berkualitas, impor grade premium tetap menjadi pilihan.
Punya kebutuhan filler atau resin spesifik? Beri tahu kami — jenis produk, aplikasi, kecerahan/mesh yang dibutuhkan, dan volume — tim kami akan merespons dengan grade yang sesuai (termasuk grade coated berkecerahan tinggi), indikasi harga CFR, dan dokumentasi.
Lihat juga: Profil Industri Plastik Indonesia 2026 · Kesenjangan Impor Polimer Indonesia · Panduan Impor HDPE & LLDPE dari Tiongkok.
Dioperasikan oleh Kantor Materials International, platform sourcing dan intelijen untuk pengadaan polimer asal Tiongkok. Cakupan mencakup 135.000+ spesifikasi grade, harga FOB harian, data freight dan regulasi di 12 pasar impor.
Tentang Kantor MaterialsMencari grade polimer asal Tiongkok untuk pasar Anda?
Beritahu kami apa yang Anda butuhkan — jenis polimer, aplikasi, tujuan — tim kami akan merespons dengan grade yang cocok, harga CFR terkini, dan persyaratan dokumentasi.
Beritahu kami apa yang Anda butuhkanIngin intelijen pasar terlebih dahulu? Berlangganan The Polymer Compass
Gratis untuk distributor dan konverter. Dua kali seminggu.